Malang: First Impression

Ini adalah pertama kalinya aku mendaratkan kaki disebuah kota yang asing dengan niatan bukan untuk wisata atau berlibur. Kali ini aku mendaratkan kaki tidak hanya ke kota yang asing namun juga ke dalam area perkembangan. Langkah pertama yang dilakukan kaki-ku saat menuruni kereta adalah langkah pertama menuju petualangan di daerah rimba bernama “kedewasaan”.

Selain untuk menempuh ilmu akademis di perguruan tinggi, perjalananku kali ini ditempuh dalam rangka menuju kemandirian dan kedewasaan. Sejak aku lahir tidak pernah sekali pun aku terpisah dari orangtua-ku. Namun kali ini, aku akan mulai hidup sendiri. Yah, tidak benar-benar sendiri sih karena orangtua masih mengawasi dari jauh. Tapi sedikit banyak aku mulai belajar untuk bertahan hidup dengan caraku sendiri.

Beberapa hari sebelum hari keberangkatan-ku tiba, ada perasaan was-was tiba di hati. Apakah Malang akan benar-benar sesuai dengan perkiraanku? Apakah semua akan berjalan dengan lancar? Entah, tapi dalam beberapa hari pertama aku cukup terkesan dengan kota ini.

Salah satu yang membuatku terkesan adalah lalu lintasnya. Walau memang hampir sama padatnya dengan di Jakarta, tetapi pengemudi disini cukup sabar dalam berlalu-lintas. Hampir tidak ada motor ataupun mobil yang berhenti melewati garis batas ketika lampu merah menyala. Hampir tidak terdengar suara klakson dari mobil-mobil yang tidak sabaran. Selain itu mereka dengan sabar dan ikhlas memberikan jalan bagi pejalan kaki yang ingin menyebrangi jalan.

Oh iya, Pemda Malang baru-baru ini menjalankan uji coba jalan satu arah di beberapa ruas jalan utama. Jadi, seluruh kendaraan kecuali angkutan kota dilarang melintas berlawanan arah di ruas-ruas jalan yang telah ditentukan. Kebijakan ini cukup dip rotes warga setempat, banyak spanduk bernada penolakan terpampang di ruas-ruas jalan itu. Namun, tidak ada satupun yang melanggar ujicoba tersebut. Bayangkan jika hal itu terjadi di Jakarta. Jalur Transjakarta saja masih banyak diterobos walau telah ditetapkan denda yang mencekik.

Selain itu trotoar disini pun sangat manusiawi dan bersahabat bagi para pejalan kaki. Beberapa hari ini aku mencoba untuk berjalan kaki menelusuri jalan di kota Malang. Jarak yang kutempuh cukup jauh namun pepohonan yang rindang serta trotoar yang rapih membuatku nyaman untuk berjalan kaki untuk menuju suatu tempat. Berbeda dengan di Jakarta, untuk ke minimarket saja aku menggunakan sepeda motor lengkap dengan jaket dan celana panjang untuk menghindari panas Jakarta yang luar biasa.

Hal lain yang aku suka dari kota ini adalah Cyber Park di Alun-alun kota. Ya, sejumlah wi-fi gratis dipasang untuk digunakan secara bebas oleh masyarakat kota. Memudahkan warga untuk mengakses informasi dengan cepat.

Yang tidak kalah penting adalah tempat makan. Tempat makan tersebar dimana-mana dan tersedia dengan harga yang secara umum lebih murah dari Jakarta.

Ada satu tempat yang cukup membuatku betah yaitu Baksoku. Ya, itu adalah nama dari sebuah warung bakso yang belum pernah kutemui sebelumnya. Disini, kita bisa mengambil bakso sesuka hati kita dan membayarnya nanti. Jika dihitung-hitung kita bisa saja membayar 10ribu rupiah untuk sebuah porsi besar tergantung dari jenis bakso yang kita pilih. Selain itu adapula Es Yoga seharga 5ribu rupiah. Dasarnya, Es Yoga adalah Es Campur dengan lebih banyak isi dan lebih manis.

Sejauh ini kesan pertama-ku akan kota Malang cukup indah. Semoga saja aku kerasan untuk tinggal disini menempuh ilmu selama 4 tahun kedepan. Kalau bisa, doakan aku lulus lebih cepat dari 4 tahun. Kalau tak bisa, cukup doakan aku lulus tepat waktu dengan IP diatas rata-rata, oke? Haha.

Malang, 24 Agustus 2014

Advertisements
Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: